Mengapa ketika Mendung Awan Berubah Warna jadi Gelap

Awan warnanya seputih kapas. Air tak berwarna alias bening. Tapi mengapa ketika mendung awan berubah warna jadi gelap, ya? Jawabannya karena menyerap cahaya dan tidak menyebarkannya.

Awan Mendung
Foto: inhabitat.com

Seperti kita tahu, udara di sekitar penuh dengan air dalam bentuk gas atau uap air. Nah, udara dingin naik ke atas lapisan atmosfer lebih tinggi dan menyebabkan uap air mengembun. inilah proses pembentukan awan.

Partikel-partikel di atmosfer menghamburkan cahaya dari matahari, tata surya yang gelap, dan akhirnya mengtinjauankan warna biru pada langit. Jadi, langit berwarna biru karena faktor tersebut. Tapi tidak demikian dengan awan, ia tidak membiaskan warna biru melainkan menyebarkan semua warna cahaya sehingga akhirnya membentuk warna putih.

Untuk lebih memahami ini coba ingat pelajaran fisika tentang prisma warna. Warna putih yang diteruskan lewat prisma tersebut mengtinjauankan banyak warna pelangi. Begitulah kira-kira prinsip awan, ia mengumpulkan semua warna dan mengtinjauankan warna putih.

Demikian pula, karena awan menyerap semua cahaya, maka begitu uap air pembentuk hujan atau salju semakin banyak berkumpul, yang ditinjauankan adalah warna gelap (kelabu). Ini terjadi karena begitu tebalnya lapisan air dalam awan tersebut. Berarti, semakin gelap awan yang kita lihat, semakin tebal dan tinggi air yang ada.


Lelaki bakar diri ketika para pemimpin negara komunis Asia berkumpul

 

TRIBUNNEWS.COM, DHARAMSHALA - Seorang lelaki Tibet membakar dirinya sendiri di Cina, pada hari Khamis (8/11/2012), bertepatan dengan berkumpulnya para pemimpin negara komunis Asia tersebut, untuk memulai transisi kepemimpinan penting di negara itu.
Menurut Pemerintah Tibet yang berada di pengasingan, orang itu merupakan orang keenam yang melakukan aksi bakar diri dalam 48 jam, terakhir.

"Hal ini mengkonfirmasi bahawa ini adalah keenam, tetapi kami tidak memiliki rincian tentang usianya atau namanya," kata juru bicara Pemerintah Tibet, Lobsang Choedak, dari kota Dharamshala India, seperti diberitakan oleh Channelnewsasia.com.
Insiden serupa sebelumnya terjadi pada 22 oktober silam, seorang ayah dari dua orang anak asal Tibet, nekat melakukan aksi bakar diri guna menuntut dikembalikannya pemimpin spiritual masyarakat Tibet Dalai Lama, dari pembuangannya.
Menurut organisasi masyarakat, Free Tibet, Lhamo Kyab (27), melakukan aksi bakar diri, di sebuah desa di Sangchu County di Tibet Timur, pada akhir pekan kelmarin, guna menentang kekuasaan Cina di atas tanah mereka. 

Para saksi mengatakan Lhamo Kyab memulai aksinya dengan berjalan menuju Biara Bhora, seraya meneriakkan slogan-slogan menuntut dikembalikannya Dalai Lama ke Tibet. Setelah itu, ia menyulut dirinya menggunakan api. Pasukan keamanan setempat berusaha memadamkan api namun tidak membuahkan hasil.
Lhamo tewas sekejap akibat luka bakar yang diderita tubuhnya. Ia kemudian dibawa ke dalam biara di mana penduduk desa dan para biarawan menaikan doa untuknya. Jasadnya kemudian dipindahkan ke desa asalnya di Dokabma.
Peristiwa itu merupakan insiden terbaru dari serangkaian aksi bakar diri rakyat Tibet yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Setidaknya sudahg 55 warga Tibet membakar diri mereka sendiri sejak aksi protes terhadap kekuasaan Cina di Tibet, yang dimulai pada bulan Februari 2009.
Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet telah diasingkan ke Dharamshala, India, oleh Pemerintah Cina atas tuduhan menghasut warga Tibet memberontak terhadap otoritas mereka.